Eksplanasi Cinta

Malam hari ini sungguh berbeda, secara spontan aku teringat dengan perasaan yang berasal dari lima huruf itu “cinta” dan ingin mengupasnya dalam coretan-coretan tulisan malamku. Kehidupan ini banyak menghasilkan aksi dan reaksi yang unik, sehingga banyak pertanyaan-pertanyaan yang melabirinkan pikiranku hingga terasa penuh. Aku berusaha memfokuskan pertanyaan dan menuangkan satu persatu isi pikiran ku. Dengan cepatnya, sensorik otak mengarahkanku ke beberapa fokus pertanyaan yaitu, apakah arti cinta? Dan seperti apa rasa dari sebuah cinta ?

Memandang luas bola mataku ke atmosfer bumi, indahnya langit yang ditemani bulan dan bintang-bintang bersinar, angin bertiup seirama dengan suasana malam yang tenang dan indah seolah-olah berusaha menerangkan indahnya cinta ke setiap elemen tubuhku.

“apa arti cinta?” otak melogikakan dan hati mencoba menangkap sensitivitas rasa itu. Bulan semakin terang dan suara-suara burung hantu meniup-niup di sisi-sisi pohon.Larutnya malam membuatku lebih tenang menggambarkan dan menjelaskan arti sebuah cinta,hingga aku menemukannya, menemukan arti dari sebuah kata yang terdiri atas lima huruf itu,ya..”aku menangkap rasa itu!!”
“Cinta adalah perasaan yang lahir tanpa paksaan dan sebab yang mampu menciptakan sikap saling menyayangi oleh manusia yang merasakannya”.
 Aku akui bahwa menjelaskan terminologi dengan eksplanasi makna cinta membuat hatiku tergelitik dan logika ku berjalan kaku. Sehingga muncul pernyataan ku selanjutnya bahwa:
Cinta itu sulit untuk dijelaskan, namun mudah untuk dirasakan, sebab Cinta lebih dari sebuah kata,karena cinta itu dirasa”.
Setiap manusia bisa merasakannya ,antara pria dan wanita sangat mudah untuk mengalaminya. Memang, Cinta membuat manusia terawang-awang dengan untaian cintanya, bernyanyi merdu di kala hati bersorai-sorai menyambut datangnya cinta, hujan dan teriknya matahari pun tak dirasa ada, karena cinta sangat meneduhkan hati yang masih tergersang usang. Namun, cinta pun bisa mengubah indahnya rasa menjadi murka,bisa dan luka .Karena cinta, tubuh terasa kaku, tanpa rasa, mengiris hati yang ceria,menusuk-nusuk dan membiarkannya hingga bernanah. Karena cinta, bisa menghancurkan motivasi dan memberi bisa yang membunuh setiap saraf perasa yang tak berharap pilu.

When Love Comes

Pikirku, tak ada salahnya sedikit aku gambarkan dibawah ini ungkapan cinta seseorang di saat dia ingin menemukannya dengan segenap usaha yang dipersembahkan untuk sebuah kata “cinta”. Rindu akan indahnya cinta yang tak dapat ditahan mulai meronta, berteriak, memaki, menjerit, semata-mata karena cinta, cinta yang diharapkan hadir tertuang dalam kehidupannya.

Lisan ku memang tanpa suara, namun tidak untuk hatiku, Teriakan-teriak hati yang larut dengan besarnya cinta membangunkan matahari yang masih tertutupi awan. Aku tak bersuara, tiada lain karena kau telah merasuki setiap tali nafasku yang menjadi setiap hembusannya. Aku mengerti untuk mengejarmu tidak cukup dengan berlari dan menahan terik matahari,tidak cukup dengan kata terucap dari lisan, dan meneriakkan cinta dengan indahnya sebuah kiasan.

Ingin rasanya ku pinjamkan logika kepada hati agar diri mengerti siratan makna cinta yang terlambaikan. Aku mencoba pergi dan mencoba meraih cinta di sudut-sudut peradaban yang masif, ku amati satu persatu cinta yang tertuang dari hati-hati yang berbeda, Namun ku hanya diam seribu bahasa, Lagi-lagi cinta tak ku rasakan. Keakuanku menua dalam percakapan logika ini, tanpa hati, tanpa makna. Dalam dekapan angin, aku hampir terlelap, dalam angan. Aku tidak menemukan cinta ku tak seperti awal perasaan, Aku masih merindukan cinta saat hatiku menyambut deru dengan harapan selalu menuntunku.

Walau itu meredup, menyempit, dan hampir punah celah itu masih ada, ku coba mengintip ternyata kau selalu ada disana, tempat yang tidak pernah ku datangi.Aku terus mencoba hingga keringatku tak lagi mengalir, kakiku tak lagi mampu berjalan,tubuhku tak lagi menopang. Memang terasa sulit, namun jiwa telah terhipnotis dalam dunianya.

Sungguh Tuhan Maha Cinta, setelah panjangnya perjuanganku dalam menangkap sebuah cinta dalam dimensi waktu yang tak terhitung lagi, justru Tuhan menyambungkan cintaku kepadanya dengan indah. Akhirnya, harapanku berbuah kenyataan yang indah, utopis telah pupus sebab usahaku menuai fakta dan keringatku tergantikan dengan manisnya cinta yang ku harapkan dan burung-burung pun bersiul mesra di ranting-ranting pepohonan. Semua itu karena..aku telah menemukan “cintaku”.


12-06-11]

3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Bagiku, cinta adalah pembicaraan yang paling syahdu yang melibatkan aku, namanya dan Allah SWT :)

    ReplyDelete

Becek becek twitter